Pidato Heroik 10 November oleh Bung Tomo

Setelah pertempuran ini, Pertama dan satu-satunya di dunia bukan hanya satu tapi dua orang jendral Inggris tewas di medan perang Surabaya, Semangat Pasukan ini membuka mata dunia atas Kebersamaan, keberanian dan kematangan dalam taktik walau bermodal senjata seadanya dari hasil rampasan perang terhadap Jepang telah menaklukan Pasukan Inggris.

PASKIBRAKA NASIONAL 2008


Setelah terpilih menjadi calon Paskibraka, kami dibina dan dilatih sejak 23 Juli 2008 sampai 28 Agustus 2008 di wisma Pemuda, Cibubur, Jakarta Timur. Di sana, proses pendidikan yang diterima selayaknya mampu untuk menggali, menumbuhkan dan membentuk karakter, moral, sikap dan keilmuan seorang pemuda, agar kelak kemudian hari para Paskibraka pantas menjadi generasi penerus bangsa.

Rutinitas yang kami alami di Cibubur sangat berbeda dengan rutinitas kami di daerah masing- masing. Mulai jam empat pagi sampai jam sepuluh malam, kami bersama – sama mengikuti kegiatan yang begitu padat dan sangat melelahkan. Dari bangun pagi, beribadah, olahraga, sarapan, latihan, sampai mengikuti workshop. Semua serba tertib, bahkan ponsel pun ditahan oleh kakak pembina.
 
Pada saat menuju ruang makan harus berbaris rapi, dan duduk bersamaan saat sudah diperintah pemimpin regu. Mengikuti workshop pun dengan sikap duduk tegap. Setiap mengawali workshop harus menyanyikan lagu sambutan untuk narasumber, berdoa, dan mendengarkan materi yang diberikan. Meskipun dalam kondisi yang sangat lelah, kami tidak boleh tertidur pada saat mengikuti workshop. Bahkan mencuci pakaian, membersihkan kamar, sampai membangunkan teman- teman pun dikerjakan oleh calon Paskibraka. Intinya dalam pembinaan dan pelatihan disana untuk bersikap disiplin, bertanggung jawab dan mandiri.

Latihan baris berbaris di Cibubur sangat mengesankan bagi kami, karena semua calon Paskibraka dapat mencoba seluruh posisi barisan, seperti pembawa baki, pengerek bendera, komandan kelompok (danpok) 8, pembentang bendera, danpok 17, sampai serpihan kelompok 17 dan kelompok 8. Semuanya dilatih persis pada upacara di Istana Merdeka, Jakarta, bahkan lapangan latihan, podium presiden, tiang bendera, disamakan dengan aslinya. Ada 3 formasi pengibaran bendera yakni kelompok 17(pengiring), kelompok 8(Pembawa/ inti) yang beranggotakan Paskibraka, dan kelompok 45(pengawal) yang beranggotakan TNI. Latihannya ada 2 macam, yaitu latihan pengibaran dan penurunan bendera. Dan semua calon Paskibraka harus menguasai semua posisi. Dan ada 2 tim Paskibraka yaitu tim Mutiara dan tim Nusantara.
 
Pada tanggal 15 Agustus 2008, kami dikukuhkan menjadi Paskibraka 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kami merasa bangga, karena pada akhirnya kami menyandang Paskibraka Nasional dan bukan calon Paskibraka lagi. Bertepatan pada hari itu juga, kami diberi kesempatan untuk melihat bendera pusaka yang asli dan kertas proklamasi yang telah di tanda tangani oleh Soekarno- Hatta. Kondisinya bendera pusaka yang asli pun sudah sangat tua. Bahkan warna merahnya sudah memudar dan menyerupai warna putih yang pucat. Tetapi, kami semua sempat meneteskan air mata, karena kami merenungkan pembuatan bendera pusaka yang dijahit oleh Ibu Fatmawati tersebut dan jerih payah para pahlawan yang telah gugur untuk memperebutkan kemerdekaan. Dari situlah anggota Paskibraka bertekad memberikan yang terbaik untuk negara yang kami cintai, negara Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus 2008 merupakan hari yang sangat menegangkan dan tak terlupakan bagi kami. Sebelumnya kami dibangunkan jam dua pagi untuk bersiap dan make-up. Dan pertanyaannya mengapa menegangkan? Karena pengumuman yang akan menjadi pembawa baki, pengerek bendera, komandan kelompok 8, dan pembentang bendera diumumkan pada tanggal 17 Agustus 2008 jam tujuh pagi. Itu merupakan tradisi pada tahun- tahun sebelumnya. Mengapa tak terlupakan? Karena isi pengumumannya begitu mengejutkan, yang terpilih menjadi tim pengibaran saat Detik- Detik Proklamasi adalah tim Mutiara dan tim yang akan menurunkan bendera merah putih adalah tim Nusantara.

Sebagai Tim Mutiara adalah:
Komandan Paskibraka : Kapten Marinir Hendra Zarnadi
Komandan Kelompok 17 : Muh. Chaidar F ( Sultra )
Kelompok 17 : Gandri Narandu ( Banten )
Anne Karina Sekar ( Banten)
Ihsan Rahayu H ( Jabar )
Aldilla Rizqi Illahi ( DKI Jakarta )
Nurul Fahranien E ( Jambi )
Irwan Fhernando ( Riau )
Muh. Iqbal Nawawi ( Sumsel )
Rizka Ayu ( Kepri )
Eko Prasetyo ( Bengkulu )
Al Jenius Reppy ( Sulteng )
Rahmat Hidayat ( Sulbar )
Sendy Gladys A ( Sulut )
Aman Ngidiho ( Maluku )
Murbaiti M ( Maluku Utara )
Aneta Rakhmawati ( Kalsel)
Tomi ( Kalbar )
Samsul Bahri Jahya ( Gorontalo )
Plato Aristoteles ( Papua )
Vina Shabrina ( Sumut )
Andry Perdana W ( Kaltim )
Wahdaniyah ( Kalteng )
Fitriana Kartikarini ( DI Yogyakarta )
Muh. Dian Kurniawan ( Jateng )
Ari Sulistyaningdyah ( NTB )
Komandan Kelompok 8 : Mahardika Wardhana M ( Jatim )
Pengerek Bendera : Ando Amadino ( Sumbar )
Pembentang Bendera : I Kadek Handy H ( Bali )
Pembawa Baki : Dewa Ayu Santi W ( Bali )
Pendamping Pembawa Baki : Jennifer Lay ( NTT )
Pendamping : Anita Surya ( NAD )
Esy Adyani ( Lampung )
Deby Safitri ( Babel )  

Sebagai Tim Nusantara adalah :
Komandan Paskibraka : AKP Tri Yulianto
Komandan Kelompok 17 : Dodi Krismiyanto ( Lampung )
Kelompok 17 : Shinta R. Kartikasari ( Jabar )
Chandra Hikari ( DKI Jakarta )
Hendri Purnama P ( Jambi )
Nadiatul Khair ( Sumbar )
Selly Lorensia ( Sumsel )
Much. Thasmiadi ( Kepri )
Subekti Imarwoto ( Babel )
Nurmadina ( Sulbar )
Vina Yulandari ( Sultra )
Claudete Pesiwarisca ( Maluku )
Rizki Ridwan ( Maluku Utara )
Fajar N ( Kalsel)
Kadek Widyanti ( Kalbar )
Fybrien Senja I ( Gorontalo )
Lenny Katrin ( Papua )
Arpan ( Sulsel )
Nurdyah Latif ( Sulsel )
Frans Eliezer ( Papua Barat )
Surya Hermawan ( Sumut )
Stevia ( Kaltim )
Edric Gregory ( Kalteng )
Cato Risky N ( Jateng )
Azwar M ( NTB )
Bonevantura H. CH. Nabu ( NTT )
Komandan Kelompok 8 : Rezard Febrizio Paat ( Sulut )
Pengerek Bendera : Atna Meryanza ( NAD )
Pembentang Bendera : Yudya Teguh Prasetya (DI Yogyakarta )
Pembawa Baki : Loruhama Esuru ( Papua Barat )
Pendamping Pembawa Baki : Yosi Zulfa P ( Riau )
Pendamping : Friska Nufrida R ( Jatim )
Nadya Meshalindri ( Bengkulu )
Ayu Wisna K ( Sulteng )
 
Dan tim Mutiara mengibarkan duplikat bendera pusaka dengan indahnya. Dan telah diturunkan oleh tim Nusantar dengna gagahnya. Itulah pegalaman kami yang tidak terlupakan.

Sumber: PASKIBRAKA NASIONAL 2008
Cat: Beberapa foto PASKIBRAKA Nasional bisa dilihat di tab NASIONAL di blog ini

Laporan Kunjungan, sebesar 1.862 kali dilihat Per Tgl 19 Sep 2010

Dapatkan Selalu Informasi Terbaru dari www.sultengppi.blogspot.com
terimakasih, kepada purna yang berpartisipasi memberikan informasi, SULTENGPPI Team siap bekerjasama

Luarbiasa Indahnya Sulawesi Tengah


Selamat Datang di Pariwisata 
Sulawesi Tengah, kabupaten Tojo Una-una

Sunset di Pantai Kadidiri, Foto oleh: Ajin /Disbudpar Tojo Unauna
Sunset  di  Pulau Kota, Foto oleh:  Ajin/Disbudpar Tojo Unauna

Cottages Fadillah di Pulau Pangempa  Foto oleh: Ajin/Disbudpar Tojo Unauna

AirTerjun Gandalari foto oleh: Ajin/Disbudpar Tojo Unauna

AirTerjun Kalemba foto oleh: Ajin/Disbudpar Tojo Unauna


AirTerjun Vera Toe Toliba foto oleh: Ajin/Disbudpar Tojo Unauna


Bat Cave at Molangke.. oleh: Ajin/Disbudpar Tojo Unauna


Stalactit and Stalacmit at Molangke Cave oleh: Ajin/Disbudpar Tojo Unauna


The Beauty of Vatu Ndalepa Galuga Cave oleh: Ajin/Disbudpar Tojo Unauna


Vatu Ndalepa Galuga Cave oleh: Ajin/Disbudpar Tojo Unauna


Halal bi Halal PPI se-Sulawesi Tengah


Syukur pelaksanaan Halal bi Halal  secara keseluruhan sukses dan mendapat sambutan baik dari semua kalangan Purna se-Sulawesi Tengah yang hadir maupun yang belum sempat hadir.
Untuk memberikan informasi awal salah satu foto akan mewakili dan nanti selanjutnya akan di tampilkan pada, tab kegiatan berbentuk slideshow dan akan di kumpul dari beberapa kamera yang sempat mengabadikannya.
Dan ulasan kegiatan dari Kegiatan Halal bi Halal PPI se-Sulawesi Tengah, akan menyusul bersamaan dengan di muatnya semua foto yang masuk.

Tetap Sehat dan Sukses Selalu

Lomba Foto Bhinneka.Com & Exposure Magazine


KETENTUAN UMUM:
   1. Pengertian: Penyelenggara adalah Bhinneka.Com. Pelaksana adalah Exposure Magazine.
   2. Lomba terbuka untuk umum, Warga Negara Indonesia.
   3. Tema lomba adalah: "Bhinneka" (Keanekaragaman). Peserta silakan mengambil objek foto apapun yang bisa menyesuaikan dengan tema tersebut. Tidak usah terpaku dalam satu hal, tetapi silahkan explore sendiri dan mengartikan tema tersebut secara luas.
   4. Seluruh subyek/materi foto berada di Indonesia.
   5. Semua hasil karya akhir harus berupa file elektronik atau format digital berwarna dan tidak diperkenankan menggunakan teknik infra-merah atau metode pengubahan warna lainnya.
   6. Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance, dogde/burn, dan saturasi warna) tanpa mengubah keaslian objek. Tidak diperkenankan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto atau menghilangkan/mengubah elemen-elemen dalam satu foto.
   7. Setiap peserta dapat mengirimkan paling banyak 3 (tiga) buah foto untuk dilombakan. Bila ternyata seorang peserta mengirimkan lebih dari 3 (tiga) buah foto, panitia akan mendiskualifikasi foto yang terakhir diterima.
   8. Tidak diperbolehkan mencantumkan nama/judul atau tulisan, grafis atau penanda apapun yang nampak dalam foto.
   9. Dilarang menyertakan karya foto yang mengandung unsur pornografi atau sadisme.
  10. Peserta haruslah satu-satunya pemilik dari seluruh hak kekayaan intelektual atas hasil karya yang dikirimkan. Setiap pelanggaran atas hak kekayaan intelektual orang lain akan diproses secara hukum. Peserta membebaskan pelaksana dan penyelenggara dari setiap gugatan atau tuntutan ganti rugi yang diajukan pihak ketiga dalam hal peserta dalam perlombaan ini melakukan pelanggaran atas hak kekayaan intelektual pihak ketiga.
  11. "Model & property release" sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta. Pelaksana dan penyelenggara tidak bertanggung jawab atas tuntutan dari pihak foto model ataupun pihak lainnya sehubungan dengan materi lomba yang dikirimkan atau diikutsertakan dalam lomba.
  12. Setiap foto yang dikirimkan harus belum pernah dipublikasikan untuk keperluan yang bersifat komersial serta harus bebas dari setiap kontrak atau ikatan lain yang membatasi peserta dan penyelenggara untuk melakukan publikasi foto tersebut pada media yang berhubungan dengan perlombaan ini.
  13. Pelaksana dan penyelenggara berhak untuk mendiskualifikasi setiap materi lomba yang diikutsertakan, sebelum, selama, dan sesudah penjurian dilakukan apabila materi yang diikutsertakan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
  14. Untuk foto-foto pemenang, peserta setuju untuk memberikan hak kepada pelaksana kegiatan untuk mereproduksi dan menggunakan foto-foto tersebut pada media publikasi kegiatan.
  15. Hak cipta atas foto pemenang dan terpilih tetap melekat pada fotografernya.
  16. Pelaksana dan penyelenggara tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan hak cipta oleh pihak ketiga, sehubungan dengan hal ini, peserta tidak dapat melakukan tuntutan.
  17. Dengan keikutsertaan, peserta dianggap telah menerima dan menyetujui seluruh persyaratan.
  18. Panitia tidak melayani segala bentuk surat-menyurat dan berbagai korespondensi lainnya. Komunikasi elektronik (via email) dipergunakan setelah penjurian dinyatakan selesai.
  19. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  20. Tidak dipungut biaya apapun atas lomba ini.

KETENTUAN FILE/BERKAS FOTO:

   1. Foto dikirim dalam format JPEG. RGB akan diaplikasikan sebagai warna standar pada saat penjurian.
   2. Sisi terpanjang maksimum 1000 pixel dengan resolusi 72 dpi.
   3. Foto harus disimpan di berkas jpeg kualitas minimum pada skala 7.
   4. Besar file dari setiap foto: minimum 150 KB dan maksimum 250 KB per foto.
   5. Resolusi yang tinggi akan diperlukan untuk penyiapan cetak materi pameran dan material publikasi lainnya sehubungan dengan kegiatan lomba ini.
   6. Kepada pemilik Foto Pemenang dan Terpilih akan diminta mengirimkan file foto dengan resolusi tinggi untuk keperluan cetak yang berhubungan dengan kegiatan lomba ini.

PENAMAAN FILE FOTO:

Penamaan file foto yang dilombakan wajib mengikuti ketentuan format penulisan sebagai berikut:
nama peserta-judul foto-empat angka terakhir telepon peserta.jpg
Contoh:
Karya dikirim oleh Dodi Sandradi, telepon No. 012-081xxxx1000, judul foto "Tari Bali".
Maka nama file-nya adalah:
Dodi Sandradi-Tari Bali-1000.jpg
Foto dikirim melalui email ke editor@exposure-magz.com dan jangan lupa mencantumkan subjek email-nya: Lomba Foto Bhinneka.Com & Exposure.
Penerimaan foto paling lambat adalah tanggal 7 Oktober 2010 pukul 12:00 WIB.
Penjurian tanggal 8 Oktober 2010.
Dewan Juri adalah Exposure Team.
Pengumuman pemenang tanggal 9 Oktober 2010 di Fotografer Net, Exposure Magazine, dan Bhinneka.Com.
 HADIAH LOMBA:
   1. Juara 1: Mendapatkan 1 buah Lensa Carl Zeiss Planar T 50 mm 1.4 (Seharga 7 Juta).
   2. Juara 2: Mendapatkan 1 buah Cokin Filter Kit Complete Set (H210, H220, H230, H250).
   3. Juara 3: Mendapatkan 1 buah Case Logic SLRC-206 Camera Backpack.

Program Beasiswa Luar Negeri

SULTENGPPI-- Setelah mengamati begitu banyak anggota dari SULTENGPPI membutuhkan informasi tentang Beasiswa, maka kami berusaha mencari informasi untuk sesama purna yang ingin melanjutkan kuliah, Alhamdulillah ada beberapa negara yang siap untuk memberikan beasiswa.

Untuk selanjutnya linknya akan ditambah lagi kalau masih ada program beasiswa yang di dapat oleh SULTENGPPI TEAM

Partisipasi Rekan-rekan Purna merupakan Semangat dan Penghargaan

Untuk mendukung sebuah aktifitas blog diharapkan partisipasi rekan-rekan purna untuk bergabung dalam 
Google Friend Connect Petunjuk lihat Gambar
Partisipasi Rekan-rekan Purna merupakan Semangat dan Penghargaan untuk SULTENGPPI Team dalam menjalankan tugas ini, semoga blog ini semakin baik dalam memberikan informasi kepada semua Purna.


Tetap Sehat dan Sukses Selalu

Lirik Lagu modern INDONESIA RAYA

I
Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.

II
Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri,
Untuk s'lama-lamanya.
Indonesia, tanah pusaka,
P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.
Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya,
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.

III
Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri,
N'jaga ibu sejati.
Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.
S'lamatlah rakyatnya,
S'lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg'rinya,
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.

Refrain
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.

Lirik resmi Lagu (1958) INDONESIA RAJA

 
I
Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri,
Djadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rajatku, sem'wanja,
Bangunlah djiwanja,
Bangunlah badannja,
Untuk Indonesia Raja.

II
Indonesia, tanah jang mulia,
Tanah kita jang kaja,
Disanalah aku berdiri,
Untuk s'lama-lamanja.
Indonesia, tanah pusaka,
P'saka kita semuanja,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.
Suburlah tanahnja,
Suburlah djiwanja,
Bangsanja, Rajatnja, sem'wanja,
Sadarlah hatinja,
Sadarlah budinja,
Untuk Indonesia Raja.

III
Indonesia, tanah jang sutji,
Tanah kita jang sakti,
Disanalah aku berdiri,
Ndjaga ibu sejati.
Indonesia, tanah berseri,
Tanah jang aku sajangi,
Marilah kita berdjandji,
Indonesia abadi.
S'lamatlah rakjatnja,
S'lamatlah putranja,
Pulaunja, lautnja, sem'wanja,
Madjulah Neg'rinja,
Madjulah pandunja,
Untuk Indonesia Raja.

Refrain
Indonesia Raja,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku jang kutjinta!
Indonesia Raja,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raja.

Lirik asli Lagu (1928) INDONESIA RAJA


SULTENGPPI--Naskah pada koran Sin Po (1928), Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh WR Supratman dan dikumandangkan pertama kali di muka umum pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 di Jakarta (pada usia 25 tahun), dan disebarluaskan oleh koran Sin Po pada edisi bulan November 1928. Naskah tersebut ditulis oleh WR Supratman dengan Tangga Nada C (natural) dan dengan catatan Djangan Terlaloe Tjepat, sedangkan pada sumber lain telah ditulis oleh WR Supratman pada Tangga Nada G (sesuai kemampuan umum orang menyanyi pada rentang a - e) dan dengan irama Marcia , Jos Cleber (1950) menuliskan dengan irama Maestoso con bravura (kecepatan metronome 104).

I
Indonesia, tanah airkoe,
Tanah toempah darahkoe,
Disanalah akoe berdiri,
Mendjaga Pandoe Iboekoe.
Indonesia kebangsaankoe,
Kebangsaan tanah airkoe,
Marilah kita berseroe:
"Indonesia Bersatoe".
Hidoeplah tanahkoe,
Hidoeplah neg'rikoe,
Bangsakoe, djiwakoe, semoea,
Bangoenlah rajatnja,
Bangoenlah badannja,
Oentoek Indonesia Raja.

II
Indonesia, tanah jang moelia,
Tanah kita jang kaja,
Disanalah akoe hidoep,
Oentoek s'lama-lamanja.
Indonesia, tanah poesaka,
Poesaka kita semoea,
Marilah kita mendoa:
"Indonesia Bahagia".
Soeboerlah tanahnja,
Soeboerlah djiwanja,
Bangsanja, rajatnja, semoeanya,
Sedarlah hatinja,
Sedarlah boedinja,
Oentoek Indonesia Raja.

III
Indonesia, tanah jang soetji,
Bagi kita disini,
Disanalah kita berdiri,
Mendjaga Iboe sedjati.
Indonesia, tanah berseri,
Tanah jang terkoetjintai,
Marilah kita berdjandji:
"Indonesia Bersatoe"
S'lamatlah rajatnja,
S'lamatlah poet'ranja,
Poelaoenja, laoetnja, semoea,
Madjoelah neg'rinja,
Madjoelah Pandoenja,
Oentoek Indonesia Raja.

Refrain
Indones', Indones',
Moelia, Moelia,
Tanahkoe, neg'rikoe jang koetjinta.
Indones', Indones',
Moelia, Moelia,
Hidoeplah Indonesia Raja.



Admin@SULTENGPPI mengucapkan



SEJARAH Lagu Indonesia Raya

Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan Republik Indonesia. Lagu ini pertama kali diperkenalkan oleh komponisnya, Wage Rudolf Soepratman, pada tanggal 28 Oktober 1928 pada saat Kongres Pemuda II di Batavia. Lagu ini menandakan kelahiran pergerakan nasionalisme seluruh nusantara di Indonesia yang mendukung ide satu "Indonesia" sebagai penerus Hindia Belanda, daripada dipecah menjadi beberapa koloni.
Stanza pertama dari Indonesia Raya dipilih sebagai lagu kebangsaan ketika Indonesia mem[p]roklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Indonesia Raya dimainkan pada upacara bendera. Bendera Indonesia dinaikkan dengan khidmat dan gerakan yang diatur sedemikian supaya bendera mencapai puncak tiang bendera ketika lagu berakhir. Upacara bendera utama diadakan setiap tahun pada tanggal 17 Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Upacara ini dipimpin oleh Presiden Indonesia.

Ketika mempublikasikan Indonesia Raya tahun 1928, Wage Rudolf Soepratman dengan jelas menuliskan "lagu kebangsaan" di bawah judul Indonesia Raya. Teks lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali oleh suratkabar Sin Po.
Setelah dikumandangkan tahun 1928 dihadapan para peserta Kongres Pemuda II dengan biola, pemerintah kolonial Hindia Belanda segera melarang penyebutan lagu kebangsaan bagi Indonesia Raya. Meskipun demikian, para pemuda tidak gentar. Mereka menyanyikan lagu itu dengan mengucapkan "Mulia, Mulia!" (bukan "Merdeka, Merdeka!") pada refrein. Akan tetapi, tetap saja mereka menganggap lagu itu sebagai lagu kebangsaan. Selanjutnya lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan pada setiap rapat partai-partai politik. Setelah Indonesia merdeka, lagu itu ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan perlambang persatuan bangsa.
Namun pada saat menjelaskan hasil Festival Film Indonesia (FFI) 2006 yang kontroversial dan pada kompas tahun 1990-an, Remy Sylado, seorang budayawan dan seniman senior Indonesia mengatakan bahwa lagu Indonesia Raya merupakan jiplakan dari sebuah lagu yang diciptakan tahun 1600-an berjudul Lekka Lekka Pinda Pinda. Kaye A. Solapung, seorang pengamat musik, menanggap tulisan Remy dalam Kompas tanggal 22 Desember 1991. Ia mengatakan bahwa Remy hanya sekadar mengulang tuduhan Amir Pasaribu pada tahun 1950-an. Ia juga mengatakan dengan mengutip Amir Pasaribu bahwa dalam literatur musik, ada lagu Lekka Lekka Pinda Pinda di Belanda, begitu pula Boola-Boola di Amerika Serikat. Solapung kemudian membedah lagu-lagu itu. Menurutnya, lagu Boola-boola dan Lekka Lekka tidak sama persis dengan Indonesia Raya, dengan hanya delapan ketuk yang sama. Begitu juga dengan penggunaan Chord yang jelas berbeda. Sehingga, ia menyimpulkan bahwa Indonesia Raya tidak menjiplak.


Naskah pada koran Sin Po (1928)

Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh WR Supratman dan dikumandangkan pertama kali di muka umum pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 di Jakarta (pada usia 25 tahun), dan disebarluaskan oleh koran Sin Po pada edisi bulan November 1928. Naskah tersebut ditulis oleh WR Supratman dengan Tangga Nada C (natural) dan dengan catatan Djangan Terlaloe Tjepat, sedangkan pada sumber lain telah ditulis oleh WR Supratman pada Tangga Nada G (sesuai kemampuan umum orang menyanyi pada rentang a - e) dan dengan irama Marcia , Jos Cleber (1950) menuliskan dengan irama Maestoso con bravura (kecepatan metronome 104).


Aransemen simfoni Jos Cleber (1950)

Secara musikal, lagu ini telah dimuliakan — justru — oleh orang Belanda (atau Belgia) bernama Jos Cleber (pada waktu itu ia berusia 34 tahun) yang tutup usia tahun 1999 pada usia 83 tahun. Setelah menerima permintaan Kepala Studio RRI Jakarta Jusuf Ronodipuro pada tahun 1950, Jos Cleber pun menyusun aransemen baru, yang penyempurnaannya ia lakukan setelah juga menerima masukan dari Presiden Soekarno.




Rekaman asli (1950) dan rekam ulang (1997)

Rekaman asli dari Jos Cleber tahun 1950 dari Orkes Cosmopolitan Jakarta, telah dimainkan dan direkam kembali secara digital di Australia tahun 1997 berdasarkan partitur Jos Cleber yang tersimpan di RRI Jakarta, oleh Victoria Philharmonic di bawah pengarahan Addie MS.


Membuat Link SULTENGPPI pada Blog anda

Salam Hormat,

Apa kabar nih rekan-rekan purna,  mudah-mudahan selalu dalam kondisi baik. Untuk membantu memaksimal blog  ini kami mengajak rekan purna yang mempunyai blog untuk memasang link SULTENGPPI


Kode HTML SULTENGPPI

<a href="http://sultengppi.blogspot.com"><img src="http://images.cooltext.com/1733037.png" width="110" height="45" alt="SultengPPI" /></a>




Atas bantuan dan kerjasamanya di ucapkan Terima Kasih.


Tetap Sehat dan Sukses Selalu
Sultengppi Team

Tiga Senior Paskibra Putra Dipolisikan

Jakarta-SULTENGPPI: Sebanyak tiga orang senior Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) DKI Jakarta dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya.

Mereka diduga yang memerintahkan beberapa anggota Paskibra junior untuk push up dingin. Push up dingin yang dimaksud yakni dengan posisi bertumpuk tanpa busana dan basah kuyup bersama rekan-rekan lainnya.

Ketiga anggota Paskibra yang dilaporkan itu yakni FDT, V, dan A. Mereka dilaporkan dengan nomor laporan LP: TBL/3137/IX /2010/PMJ/ 03 September dengan nama pelapor, Jusuf Ginting.

Jusuf merupakan orang tua dari L (16), anggota Paskibra putra junior yang diduga dilecehkan oleh seniornya.

"Saya laporkan atas perlakuan pelecehan kekerasan seksual terhadap putra saya dan rekan-rekannya. Mereka diperintahkan tidur telungkup bertumpuk empat. Orang kedua tidur di atas orang pertama, begitu seterusnya," cerita Jusuf usai melaporkan di SPK Polda Metro Jaya, Jumat (3/9).

Kasus yang akan dilaporkannya yakni terkait pelecehan terhadap putranya yang diperintahkan oleh senior untuk melakukan push up dingin bersama rekan-rekannya yang lain saat mengikuti orientasi Paskibra di Cibubur bulan lalu.

Sumber : MI(FD/OL-9)

SULTENGPPI on Twitter........................ Followme..........................





Ayo bergabung...............SULTENGPPI on Twitter...... langsung ke alamat  http://twitter.com/sultengppi 




Atau masuk ke blog http://sultengppi.blogspot.com/ cari tombol dibawah ini segera bergabung................






KERUKUNAN POSO: MENANAMKAN CINTA TANAH AIR MELALUI LATIHAN PASKIBRA

KERUKUNAN POSO: MENANAMKAN CINTA TANAH AIR MELALUI LATIHAN PASKIBRA

SEJARAH PANCASILA

SEJARAH PANCASILA

Finalists Miss Indonesia 2009 Profile and Photo


Miss SULAWESI TENGAH: Marissa Ramouna(Marissa)


SULTENGPPI--Semester VI Design Visual Communication Univ. Trisakti. Former Paskibra likes to paint and make the paintings as a private collection. Interest rates in the field of art also make it diligently collecting the various works of art. Loved in the art world also choose a course in Visual Communication Design department. Marissa who claim to love to eat grilled fish Sulawesi has a typical blood mix of Central Sulawesi and West Sumatra. He was born on 28 March 1988.
Semester VI Desain Komunikasi Visual Univ. Trisakti. Mantan paskibra suka melukis dan membuat lukisan sebagai koleksi pribadi. Suku bunga di bidang seni juga membuatnya rajin mengumpulkan berbagai karya seni. Mencintai di dunia seni juga memilih kursus di departemen Desain Komunikasi Visual. Marissa yang mengaku suka makan ikan bakar Sulawesi memiliki darah campuran khas Sulawesi Tengah dan Sumatera Barat. Ia dilahirkan pada tanggal 28 Maret 1988.

Sumber : http://indo-gossip.blogspot.com

SEJARAH BENDERA PUSAKA

SEJARAH BENDERA PUSAKA

SEJARAH MERAH PUTIH

SEJARAH MERAH PUTIH

Segala informasi: Menabung Rp 6 Juta Demi Saksikan Anak di Istana (p...

Segala informasi: Menabung Rp 6 Juta Demi Saksikan Anak di Istana (p...: "Ariel Ratag dan istrinya, Frelli Ratag, orangtua Jelsi Yohana Ratag, anggota Paskibraka yang bertugas di Istana Merdeka, duduk di salah satu..."

Tahun 2007, Siswa SMAN 1 Bahodopi, Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah Pimpin Paskibraka Istana Negara



SULTENGPPI-- Putra Morowali mengharumkan nama SULTENG

Jum'at, 17 Agustus 2007 | 10:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kelompok 17 Paskibraka akan dipimpin oleh komandan Julkifar Buaro dari SMAN 1 Bahodopi Sulawesi Tengah.


Sedangkan kelompok 8 Paskibraka dipimpin oleh komandan Arip Budi Kusuma dari SMA 5 Bengkulu.


Pembawa baki bendera pusaka adalah Ayu Tri Utami dari SMAN 1 Gadingrejo Lampung. Sedangkan pembentang bendera adalah Cecep Maulana dari SMKN 2 Subang. Sementara itu, cucu mantan Presiden Soeharto, Wiratama Hadi Ramanto dari SMA Global Jaya Pondok Aren Bintaro.

Upacara kemerdekaan Indonesia akan diadakan di halaman Istana Merdeka hari ini. Upacara yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB akan dipimpin oleh komandan upacara Kolonel Infanteri Dedi Kusnadi Thamim.

Dedi selama ini berdinas sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Komando Daerah Militer Jaya. Naskah proklamasi akan dibacakan oleh Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita.


Anggota pasukan pengibar bendera pusaka pun tengah bersiap mengikuti upacara. Tim Garuda paskibraka akan dipimpin oleh Komandan Kompi Pengibar Bendera Pusaka Kapten Putu Sucahyandi dari Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma Kalijati Subang.

FANNY FEBIANA

Kasus Paskibraka Tidak Berlanjut ke Polisi

"Syaratnya, 12 butir rekomendasi dari orangtua, harus dilaksanakan terlebih dulu."


SULTENGPPI –- Forum Orangtua Calon Paskibraka 2010 Jakarta sepakat untuk sementara ini tidak memperkarakan kasus kekerasan fisik dan tindakan di luar norma susila yang dilakukan senior terhadap junior ke kepolisian.

“Syaratnya, 12 butir rekomendasi dari orang tua, harus betul-betul dilaksanakan terlebih dulu,” kata Made Wiratma, juru bicara Forum Orangtua Calon Paskibraka, Rabu, 25 Agustus 2010. “Kalau ternyata pelaksanaannya melenceng, ini akan membuka wacana baru lagi.”


Ke-12 butir rekomendasi itu disampaikan saat perwakilan orangtua bertemu dengan pimpinan Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jakarta, Selasa, 24 Agustus 2010, sore.


Butir-butir kesepakatan itu, kata Made, dibagi dalam tiga bagian. Di antaranya, pernyataan pelecehan seksual dalam dokumen investigasi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) harus dikoreksi. Kata Made, pernyataan itu telah menimbulkan kesimpangsiuran, karena yang benar ialah kekerasan fisik dan perbuatan di luar norma susila.


Selain itu, kata Made, kronologis kejadian yang dibuat tim investigasi PPI memang sudah cukup lengkap, namun belum rinci. Forum orangtua meminta agar urut-urutan kejadian yang menimpa anak mereka didetailkan. “Supaya tidak jadi isu simpang siur. Ini penting karena jadi dasar kejadian yang sebenarnya.”


Kemudian, yang lebih terpenting lagi, kata Made, siapapun yang terlibat dalam kekerasan fisik dan tindakan asusila harus dihukum. “Selama ini sudah dinyatakan ada empat orang (pelaku). Kami apresiasi hal itu. Tapi, apakah cuma mereka saja (yang bertanggung jawab.”


Keinginan orangtua lainnya ialah agar kasus ini benar-benar menjadi pembelajaran untuk pelatihan calon Paskibraka di masa mendatang. Menurut temuan di lapangan, kata Made, ternyata standar orientasi, seleksi, dan pelatihan Paskibraka 2010 tidak terpenuhi. Misalnya, tidak ada unsur TNI/Polri dan pelatihnya harus telah memiliki sertifikasi kepelatihan tingkat nasional.


“Kami menuntut pembaruan. Ke depan, struktur pelatihan harus benar-benar baru sesuai SOP baku dengan melibatkan institusi berwenang.”

Kasus ini mengemuka setelah para orangtua calon Paskibraka melaporkan anak-anaknya ke Disorda karena menjadi korban perbuatan di luar susila saat mengikuti Orientasi Pelatihan Paskibraka di Cibubur, 2-6 Juni 2010.


Anggota Paskibraka putri diperintahkan berlari dengan telanjang dari barak (kamar tidur) ke kamar mandi yang berjarak sekitar 10 meter. Perintah itu juga dilakukan saat mereka keluar dari kamar mandi dan kembali ke kamar tidur. (adi)

Sumber: VIVAnews

DPRD Panggil Pejabat Dinas Olahraga DKI

Disepakati, istilah "pelecehan seksual" dikoreksi menjadi "perbuatan di luar norma susila.


SULTENGPPI -- Meski Forum Orangtua Calon Paskibraka 2010 Jakarta sepakat untuk tidak memperkarakan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap putri-putri mereka ke jalur hukum, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akan tetap memanggil pejabat Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda).


Pemanggilan dilakukan guna menggali keterangan dan informasi resmi dan untuk membahas persoalan ini agar tidak terulang lagi di masa mendatang.
Selain pejabat Disorda, Komisi E DPRD DKI juga akan memanggil sejumlah pihak terkait lain, tak terkecuali orangtua korban.


"Pemanggilan akan dijadwalkan secepatnya," ujar Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Firmansyah, Rabu, 25 Agustus 2010.


Sejauh ini, DPRD DKI baru memperoleh informasi melalui pemberitaan media massa.


Hasil investigasi yang dilakukan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) menyimpulkan pelecehan maupun kekerasan itu memang benar terjadi. Dua pelaku didapati memerintahkan 14 anggota Paskibraka putri junior untuk berlari tanpa mengenakan busana; hanya memakai handuk.

Para orangtua korban tampaknya kini lebih suka menutup persoalan tersebut, mengingat terkait dengan anak-anak mereka yang masih di bawah umur.


Berdasarkan hasil musyawarah antara orangtua murid dengan jajaran Disorda DKI Jakarta, dicapai setidaknya 12 butir kesepakatan. Salah satunya: istilah "pelecehan seksual' dalam dokumen investigasi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) akan dikoreksi menjadi "kekerasan fisik dan perbuatan di luar norma susila."

Kesepakatan lain, kasus ini tidak akan dibawa ke jalur hukum. (kd)

Sumber: VIVAnews

Orangtua Paskibra DKI Tolak Hasil Investigasi

Laporan hasil investigasi internal tidak sesuai dengan fakta.


SULTENGPPI -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan orangtua korban menolak hasil investigasi internal dugaan pelecehan seksual anggota Paskibraka DKI. Investigasi internal itu dilakukan Purna Paskibraka Indonesia DKI.


"Investigasi seharusnya tidak dilakukan oleh pihak yang berperkara, ini tidak balance (seimbang)," kata Ketua KPAI Hadi Supeno kepada VIVAnews di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, semalam.

Kesimpulan KPAI dan orangtua siswa menyatakan bahwa, pernyataan dalam laporan tidak sesuai dengan fakta. "Lebih bersifat pembelaan," kata Hadi.


Dia menambahkan, tim investigasi hanya melakukan wawancara kepada senior tanpa mewawancarai 30 peserta Pasukan Pengibar Bendera. "Hasil investigasi hanya merangkum versi senior saja, tidak mewakili korban," sesal Hadi.


Dalam investigasi internal terhadap dugaan tindak kekerasan dan pelecehan seksual disebutkan kronologis kejadian. Laporan itu menyatakan bahwa peserta memiliki interpretasi berbeda dengan instruksi yang diberikan oleh instruktur.


Peserta Putri diinstruksikan berjalan cepat dari kamar mandi menuju kamar tidur. Guna mengejar jadwal, peserta terburu-buru. Adapun tindakan fisik yang yang dilakuakan senior kepada peserta putri juga merupakan instruksi yang salah diartikan peserta. Hadi menilai hasil investigasi internal itu terbilang ganjil.

"Kalau salah interpretasi kenapa bisa terjadi pada enam orang yang semuanya telanjang," kata dia. "Ini bukan hanya masalah pelanggaran norma, kode etik dan hukum tapi merendahkan harkat dan martabat manusia."


Berdasarkan data yang dimiliki KPAI, masalah pelecehan seksual dan bullying meningkat dibandingkan tahun 2009. "Trennya dari Januari sampai Juni meningkat," kata dia. Dari 1085 aduan, 23 persen diantaranya merupakan kekerasan seksual. (sj)

Sumber : VIVAnews

Orang Tua Paskibraka Mengaku Ditawari Suap

Polda Metro Jaya segera akan memeriksa orangtua Paskibra yang melapor.


SULTENGPPI--Kasus dugaan pelecehan seksual Paskibraka DKI Jakarta memasuki babak baru. Orang tua korban telah melaporkannya ke Polda Metro Jaya.


Polisi pun segera bertindak. Satuan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak akan memeriksa orangtua yang melapor.

"Kami sudah teruma laporannya, dan rencananya Selasa pekan depan, pihak pelapor dalam hal ini ibu korban dan anaknya yang jadi korban akan kami ambil keterangan," kata Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Kamis 26 Agustus 2010.

Polda Metro juga akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk anggota Paskibraka yang saat itu berada di lokasi kejadian. "Pasal yang dilaporkan 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan," tambah Boy.

Secara terpisah, salah satu orang tua anggota Paskibra, Lauren mengaku memilih melapor ke kepolisian karena pihak Dinas Olahraga DKI terkesan tidak memberikan sanksi tegas.

Bahkan, terkesan menutup-nutupi. "Yang lebih parah lagi dari Purna Paskibra Indonesia berusaha menyuap saya agar tidak melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. "


"Salah satu pihak dari PPI menghubungi saya dan bahkan berjanji akan memberikan imbalan kepada putri saya untuk mendapatkan posisi yang cukup prestisius."

Kasus ini mengemuka setelah para orangtua calon Paskibraka melaporkan anak-anaknya ke Dinas Olahraga DKI karena menjadi korban perbuatan di luar susila. Kejadian diduga berlangsung saat mengikuti Orientasi Pelatihan Paskibra di Cibubur, 2-6 Juni 2010.


Anggota Paskibraka putri diperintahkan lari telanjang dari barak (kamar tidur) ke kamar mandi yang berjarak sekitar 10 meter. Perintah itu juga dilakukan saat mereka keluar dari kamar mandi dan kembali ke kamar tidur.•
Sumber: VIVAnews

Terima Kasih di Ucapkan untuk Purna-Purna di bawah ini yang sudah mendukung kebersamaan di SULTENGPPI :


Salam Hormat,

  1. A.MUH.PANDU SYAFAAT 1973 KABUPATEN DONGGALA
  2. MOH. SUGIARTO LARAU 1978 KABUPATEN BANGGAI
  3. MOHAMAD AZHAR,S.STP 1978 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  4. LUCIA DESI HENDRIKA NATALIA 1978 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  5. EDWARD TAMBOTO 1980 NASIONAL
  6. NENG SUMAMPOUW 1985 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  7. GOSAL SYAH RAMLI 1985 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  8. MUHAMMAD RIFCKY 1987 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  9. HAROLD EDWIN REINARD 1988 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  10. NOVRIANTO SUPRIADY 1988 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  11. MOHAMMAD NOVAL S.L. 1989 KABUPATEN DONGGALA
  12. NARGIS SAIFUDDIN 1991 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  13. QUEENNOVA M.ELISABETH 1991 KABUPATEN DONGGALA
  14. DEBBY CHRISTINA P 1992 KABUPATEN DONGGALA
  15. FENTY RITA SUMAKUL 1992 KABUPATEN DONGGALA
  16. M TAHIR MAHYUDDIN 1992 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  17. SURYA AKBAR 1992 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  18. SINDHA FATTAH 1993 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  19. JEMMY NELWAN 1993 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  20. FANTY JULIARSIH 1993 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  21. FADLY A RANY 1993 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  22. SUGIJANTO, SE 1994 KABUPATEN DONGGALA
  23. FATMAWATY ZAMRUD 1994 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  24. DEDY ISKANDAR 1994 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  25. ERNAWATI,SKM 1994 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  26. MUHAIMIN AMRULLAH GAZALI 1994 KABUPATEN POSO
  27. HENDRA LEMBAH 1994 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  28. WAHYU SUKMAWAN 1995 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  29. NOLDY VANDY BODE 1995 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  30. WELLI KURNIAWAN 1995 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  31. NURLAELA MT. ABDULLAH, SP 1995 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  32. HENDRA SURYA ASHARI 1995 KABUPATEN DONGGALA
  33. VITJELINE MARGARETHA SUMELANG 1995 KABUPATEN DONGGALA
  34. MAKMUNSYAH LATJUBA 1995 KABUPATEN TOJOUNAUNA
  35. MUHAMMAD ARAFAH 1996 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  36. FITRIA Y. ALIM. 1996 KABUPATEN POSO
  37. MOH. RM LAMAKARATE 1996 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  38. A.AZIS J DUSILA 1996 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  39. ARIE SOEKAMTO 1996 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  40. MOH. RACHMAT SYAHRULLAH 1996 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  41. RONALD REPPY 1996 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  42. RINI MEILANI 1997 KABUPATEN DONGGALA
  43. ASRIADI, TATU 1997 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  44. MOHAMMAD FADLY ASSAGAF 1997 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  45. ADHITYA TRINIA APRILIANI,S.STP,M.SI 1997 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  46. ELISA JANE MANDAGIE 1997 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  47. ELIS HARYANI 1997 KABUPATEN DONGGALA
  48. PRISCILLA CANCESPANA TANGKILISAN 1998 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  49. NIRA CAHYA INTAN LABORAHIMA 1998 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  50. RAFIKA SUNUSI 1999 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  51. BUDI HARIYANTO 1999 KABUPATEN POSO
  52. BAHREN RUSLIN 1999 KABUPATEN DONGGALA
  53. MOH. YUNUS DJANGGOLA 1999 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  54. RINCE NOVITA ARIMURNI,SE 1999 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  55. CAROLINA LUHULIMA 1999 KOTA PALU
  56. OCTAVIANI EVELYN BALEBU 1999 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  57. MOH. SAID SANUSI, S.SOS 2000 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  58. AFFANDY SYAMSUL 2000 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  59. AGUNG FEBRIAN 2000 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  60. RIDWAN WUDUALA, SH 2000 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  61. RAWANG SUSILO 2000 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  62. MUHAMMAD SOFYAN 2000 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  63. JEFFRI POTOE 2000 KABUPATEN DONGGALA
  64. TRI MARIANI INDARTI 2001 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  65. ZEBRIAWAN 2001 NASIONAL
  66. MONALISA PANGERAPAN 2001 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  67. EKA YULISTIRINI 2001 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  68. JANUAR YUDDHA PRATAMA 2001 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  69. LUCIA DESI HENDRIKA NATALIA 2001 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  70. SYAHRUL 2002 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  71. NURMAN PRAYUDI 2002 KOTA PALU
  72. ALISA JANE MANDAGIE 2002 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  73. AULIA AMALIA 2002 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  74. NUKHY ZULKARNAIN 2002 KABUPATEN POSO
  75. MUH. RIZKI 2002 KOTA PALU
  76. ICE ANUGRAHSARI. S.HUT. 2002 KOTA PALU
  77. YAYAN SUPRIANSYAH 2003 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  78. ZULFIKAR ABDUL RAHMAN 2003 NASIONAL
  79. ATNAN RURUA 2003 KOTA PALU
  80. TIARA DWIJAYANTI LESTARI 2003 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  81. GUNAWAN 2003 KABUPATEN POSO
  82. SUYONO 2003 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  83. BAYU REZA HADI PUTRANTO 2003 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  84. FERIYAN BRAMENCO SANTJU 2003 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  85. REFHARANDA FEBYANTI 2003 KABUPATEN POSO
  86. KRISTI ARIA PRATAMA 2004 KOTA PALU
  87. ENDRIS 2004 KOTA PALU
  88. MARIO SIMANGUNSONG 2004 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  89. PRATIWI 2004 KABUPATEN PARIGIMOUTONG
  90. NOVITA FRISKA KURNIASARI 2004 KABUPATEN BANGGAI
  91. ROYKE ERYANTHO ANTHONIE 2004 KOTA PALU
  92. STEVANY TENDA 2004 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  93. MUHAMAD THOHA 2004 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  94. MUHAMMAD TAUFIK 2004 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  95. YUNI ASTUTI 2005 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  96. RYAN PERWIRA 2005 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  97. NUR FIANA ISHAK 2005 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  98. RISHNAH AYU PUSPITA 2005 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  99. ESTER HOSEANA PELIMA 2005 KOTA PALU
  100. ST.HATIFAH HAERUNNISA 2005 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  101. RANTO IKHSAN 2006 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  102. GLANDY RONALD ABIDIN 2006 KABUPATEN POSO
  103. STEVIE LOUISE R 2006 KABUPATEN PARIGIMOUTONG
  104. DESMAWATI ANGRAINI 2006 KOTA PALU
  105. KRISTIN PRAWITA SARI 2006 KOTA PALU
  106. PUTRI AISIYAH 2006 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  107. AMANAH IKRASARI 2006 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  108. MOHAMMAD IRWANSYAH 2006 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  109. FADLI DWI WIRABUANA 2007 KABUPATEN BANGGAI
  110. HARRI RAMDHANI 2007 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  111. ANDRIAN HASAN LATOPADA 2007 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  112. AKMAL ROCHADI AL-ASROORY 2007 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  113. AYU SARI MALINDA 2007 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  114. MUHAMMAD IKHWAN 2007 KOTA PALU
  115. NUR FAJRA ABD.RAUF 2007 KOTA PALU
  116. SYIRBASHI 2007 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  117. DENY ISKANDAR 2007 KOTA PALU
  118. OLVILL MERSLINE KAUNANG 2007 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  119. A.SALIM 2007 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  120. MOH.ARIEF 2007 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  121. MUHAMMAD IKHWAN 2007 KOTA PALU
  122. AYU WISNA KARTIKA SARI 2008 NASIONAL
  123. MUHAMMAD IKHWAN 2008 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  124. LAPATRI RADINAL KABO 2008 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  125. DEASY EVANGELISTA CHRISTINE MANGIMBO 2008 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  126. KIKI PRATIWI 2008 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  127. KALSUM A. BACHMID 2008 KABUPATEN POSO
  128. GHIAND CARLLO LEGRANDS 2008 KOTA PALU
  129. NASRULLAH 2008 KABUPATEN TOLITOLI
  130. OKTRIVANA 2008 KOTA PALU
  131. SLAMET RIYANTO 2008 KABUPATEN BANGGAI
  132. M. ARMAND ZURHAAR 2009 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  133. BRIAN KABO 2009 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  134. MOH.DJAMALLUDIN 2009 KABUPATEN BANGGAI
  135. NYNA AMALIAH SARI 2009 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  136. JONATHAN GALANT 2009 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  137. STIVEN HATALAIBESSY 2009 KABUPATEN BANGGAI
  138. ANITA SILVIA PONGGELE 2009 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  139. VITER PRILIANSYAH 2009 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  140. HANNI YULIA MARDANA 2009 KABUPATEN BANGGAI
  141. TIMOR RATNO ANGRY PRATOMO 2009 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  142. ARUNG WIRATAMA SANGKALIA 2009 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  143. AMALIA RAMDHANIYAH 2009 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  144. HANNI YULIA MARDANA 2009 KABUPATEN BANGGAI
  145. STIVEN.H 2009 KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
  146. BANGUN LOUIS BORNEO 2009 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  147. MOH. TAUFAN. M 2009 PROPINSI SULAWESI TENGAH
  148. IIN SUKMAWATI SAFRILLAH 2009 KABUPATEN PARIGIMOUTONG

Sumber data SULTENGPPI

TERIMA KASIH

  • Terima kasih kakak ( 2X )
  • Terima kasih kami ucapkan
  • Terima kasih kakak ( 2X)
  • Terima kasih kami ucapkan


  • Ya ya terimakasih salam dari kami
  • Yang ingin maju bersama-sama
  • Terimalah salam dari kami
  • Yang ingin maju bersama-sama

MINGGIR DONG

  • Minggir dong ( 3x )
  • Minggirlah PASKIBRAKA mau lewat
  • Jangan dilihat – lihat nanti kamu terpikat.
  • Karena anggota kami hebat – hebat


  • Minggir dong ( 3x )
  • Minggirlah PASKIBRAKA mau lewat
  • Jangan dilirik – lirik nanti kamu tertarik
  • Karena anggota kami cantik – cantik.

KALAU SUKA

  • Kalau kau suka hati tepuk tangan
  • Kalau kau suka hati tepuk tangan
  • Kalau kau suka hati dan memangnya begitu
  • Kalau kau suka hati tepuk tangan
  • Kalau kau suka hati petik jari
  • Kalau kau suka hati petik jari
  • Kalau kau suka hati dan memangnya begitu
  • Kalau kau suka hati petik jari
  • Kalau kau suka hati tepuk paha
  • Kalau kau suka hati tepuk paha
  • Kalau kau suka hati dan memangnya begitu
  • Kalau kau suka hati tepuk paha
  • Kalau kau suka hati injak bumi
  • Kalau kau suka hati injak bumi
  • Kalau kau suka hati dan memangnya begitu
  • Kalau kau suka hati injak bumi
  • Kalau kau suka hati semuanya
(tepuk tangan, tepuk paha, injak bumi)
  • Kalau kau suka hati semuanya
(tepuk tangan, tepuk paha, injak bumi)
  • Kalau kau suka hati dan memangnya begitu
  • Kalau kau suka hati semuanya
(tepuk tangan, tepuk paha, injak bumi)

Sang Kreator dan Desainer PASKIBRAKA




Atribut Paskibraka Dari Seragam sampai Lambang

Pada tahun 1973, Idik Sulaeman melahirkan nama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Bukan itu saja, Idik juga menciptakan seluruh atribut yang sampai sekarang dapat dilihat dalam seragam Paskibraka. Atribut itu mulai dari pakaian seragamnya sendiri, sampai Lambang Anggota Paskibraka, Lambang Korps Paskibraka dan Tanda Pengukuhan. Sebelum tahun 1973, Paskibraka tidak mempunyai Lambang Anggota maupun Lambang Korps yang dapat dibanggakan. Berikut ini penjelasan tentang bentuk dan makna setiap atribut.


BENTUK SERAGAM

Sejak semula saat dimulai membentuk pasukan percobaan penggerek Bendera Pusaka tahun 1967, pakaian seragam pasukan ini ditetapkan putih-putih, sedangkan warna merahnya hanya digunakan sebagai aksen berupa kacu penutup leher bagian depan seperti biasa digunakan prajurit ABRI/TNI kalu menggunakan seragam lapangan upacara. Warna putih dipilih sebagai makna kesucian dalam melaksanakan tugas pokok mengibarkan dan menurunkan Bendera Pusaka Merah Putih. Sebelum tahun 1981, model pakaian seragam Paskibraka cukup sederhana, dan masih tampak penonjolan keremajaannya: Putra dengan kemeja putih lengan panjang yang bagian bawahnya dimasukkan ke celana panjang putih dengan ikat pinggang juga berwarna putih; Putri dengan kemeja lengan panjang dengan bagian bawah model jas. Tetapi setelah tahun 1981 dan seterusnya sampai sekarang, dengan alasan disamakan modelnya dengan seragam ABRI/TNI dari kelompok 45/pengawal, seragam Paskibraka mengalami perubahan. Paskibraka putra menggunakan kemeja model jas dengan gesper lebar dari kain, sementara Paskibraka putri tidak berubah. Dengan tampilan baru ini, Paskibraka memang kehilangan penampilan remajanya dan terlihat seperti orang dewasa.



LAMBANG ANGGOTA
Lambang Anggota Paskibraka dikenakan di kelopak bahu baju berupa kontur warna perak di atas bulatan putih yang diletakkan pada segi empat berwarna hijau. Semula, pada kelopak bahu seragam Penggerek Bendera dikenakan lambang dengan tanda ciri pemuda dan Pramuka —karena kedua unsur inilah yang menjadi pendukung pasukan. Lambang untuk pemuda berupa “bintang segilima besar” sedangkan untuk Pramuka berupa “cikal kelapa kembar”. Namun, penggunaan “dua sejoli” lambang itu mendapat kritikan negatif dari sejumlah pihak yang “kurang” senang dengan keberhasilan dan popularitas pengibar bendera pusaka yang begitu cepat naik. "Bintang Polisi kok masih dipakai," kata satu pihak. "Lambang Pramuka tidak benar digunakan tanpa mengenakan seragam Pramuka!" seru yang lain pula. Itulah yang kemudian mendorong Idik Sulaeman merancang Lambang Anggota Paskibraka yang baru dan dapat menggambarkan siapa sebenarnya para anggota Paskibraka itu.Lambang anggota Paskibraka adalah setangkai bunga teratai yang mulai mekar dan dikelilingi oleh sebuah gelang rantai, yang mata rantainya berbentuk bulat dan belah ketupat. Mata rantai bulat berjumlah 16, begitu pula mata rantai belah ketupat. Bunga teratai yang tumbuh dari lumpur (tanah) dan berkembang di atas permukaan air bermakna bahwa Anggota Paskibraka adalah pemuda yang tumbuh dari bawah (orang biasa), dari tanah air yang sedang berkembang (mekar) dan membangun.Tiga helai kelopak bunga tumbuh ke atas bermakna “belajar, bekerja dan berbakti”, sedang tiga helai kelopak ke arah mendatar bermakna “aktif, disiplin dan gembira”. Mata rantai yang saling berkaitan melambangkan persaudaraan yang akrab antar sesama generasi muda Indonesia yang ada di berbagai pelosok (16 penjuru angin) tanah air. Rantai persaudaraan tanpa memandang asal suku, agama, status sosial dan golongan akan membentuk jalinan mata rantai persaudaraan sebangsa yang kokoh dan kuat, sehingga mampu menangkal bentuk pengaruh dari luar dan memperkuat ketahanan nasional, melalui jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan yang telah tertanam dalam dada setiap anggota Paskibraka. Untuk mempersatukan korps, Paskibraka di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota ditandai dengan Lambang Korps yang sama. Untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Lambang Korps harus ditambahi dengan tanda lokasi terbentuknya pasukan. Sebelum tahun 1973, Lambang Korps Penggerek Bendera berupa lencana berbentuk perisai dari bahan logam kuningan dengan gambar sangat sederhana: di tengah bulatan terdapat bendera merah putih dan di luar lingkaran terpampang tulisan “PASUKAN PENGEREK BENDERA PUSAKA”.

LAMBANG KORPS
Sejak 1973 sampai sekarang, Lambang Korps Paskibraka dibuat dari kain bergambar atau bordir yang langsung dijahitkan di lengan kanan seragam. Bentuknya perisai berwarna hitam dengan garis pinggir dan huruf berwarna kuning yang bertuliskan ”PASUKAN PENGIBAR BENDERA PUSAKA” dan tahun pembentukan pasukan (di ujung bawah perisai). Di dalam perisai terdapat lingkaran bergambar sepasang anggota Paskibraka dilatarbelakangi bendera merah putih yang berkibar ditiup angin dan tiga garis horison atau awan. Makna dari bentuk dan gambar Lambang Korps Paskibraka adalah sebagai berikut:

  1. Bentuk perisai bermakna "siap bela negara" termasuk bangsa dan tanah air Indonesia, warna hitam bermakna teguh dan percaya diri.
  2. Sepasang anggota Paskibraka bermakna Paskibraka terdiri dari anggota putra dan anggota putri yang dengan keteguhan hati bertekad untuk mengabdi dan berkarya bagi pembangunan Indonesia.
  3. Bendera Merah Putih yang sedang berkibar adalah bendera kebangsaan dan utama Indonesia yang harus dijunjung tinggi seluruh bangsa Indonesia termasuk generasi mudanya, termasuk Paskibraka.
  4. Garis horison atau awan tiga garis menunjukkan ada Paskibraka di tiga tingkat, yaitu nasional, provinsi dan kabupaten/kota.
  5. Warna kuning berarti kebanggaan, keteladanan dalam hal perilaku dan sikapsetiap anggota Paskibraka.


TANDA PENGUKUHAN
Sebagai tanda berakhirnya Latihan Kepemimpinan Pemuda Tingkat Perintis/Pemuka (sebagaimana juga berakhirnya Latihan Kepemimpinan Pemuda/Kepemudaan tingkat lain) setiap peserta dikukuhkan oleh Penanggungjawab Latihan dengan pengucapan ”Ikrar Putera Indonesia” sambil memegang Sang Merah Putih dan kemudian menciumnya dengan menarik nafas panjang sebagai "kiasan" kesediaan untuk senantiasa setia dan membelanya. Tanda pengukuhan berupa kendit atau pita/sabuk dibuat dari kain. Kendit adalah tanda ksatria pada zaman dahulu yang mengikrarkan kesetiaannya kepada kerajaan. Sebagai pemegang kendit, para peserta latihan pun diharapkan memiliki sifat ksatria dalam pemikiran, perkataan dan perbuatannya seharihari. Awalnya, pada latihan untuk Pasukan pertama sampai keempat(1968–1971) kendit Tanda Pengukuhan masih polos dengan dua warna, masing-masing hijau untuk anggota pasukan dan ungu untuk para penatar/ pembina. Karena kendit warna polos menyerupai sabuk kecakapan olahraga beladiri, maka oleh Idik Sulaeman disempurnakan menjadi kendit bermotif. Motif tersebut berupa gambar rantai bulat dan belah ketupat seperti pada Lambang Anggota, dengan jumlah masing-masing 17 untuk rantai bulat dan rantai belah ketupat. Setiap mata rantai bulat maupun belah ketupat diisi dengan huruf yang membentuk kalimat ”PANDU INDONESIA BER-PANCASILA”. Semula, ukuran lebar dan panjang kendit adalah 5 cm dan 17 dm, untuk melambangkan angka tanggal 17 (dari 17 Agustus 1945) dan 5(jumlah sila dalam Pancasila). Namun, karena kesulitan teknik pencetakan motifnya, ukurankendit baru dengan motif rantai dan huruf diubah menjadi lebar 5 cm dan panjang 14 dm (140 cm). Tanda pengukuhan berupa lencana digunakan untuk pemakaian harian. Sebelum 1973, lencana ini hanya berupa merah putih —tanpa gambar garuda— dengan ukuran tinggi 2 cm dan panjang 3 cm. Lencana yang dipakai sejak 1973 sampai saat ini berbentuk persegi berukuran tinggi 1,8 cm dan panjang 4 cm, dengan tanda merah-putih di sebelah kanan dan Garuda di sebelah kiri (dilihat dari sisi pemakainya, bukan dari depan). Ukuran lencana untuk Penatar (warna ungu) sedikit lebih kecil, yakni tinggi 1,5 cm dan panjang 3,5 cm. Warna dasar di belakang Garuda disesuaikan dengan jenis latihannya, atau dengan kata lain sama dengan warna dasar kenditnya.
  • Warna hijau untuk Latihan Perintis/Pemula Pemuda
  • Warna merah untuk Latihan Pemuka Pemuda
  • Warna coklat untuk Latihan Penuntun Pemuda
  • Warna kuning untuk Latihan PendampingPemuda
  • Warna ungu untuk Latihan Penatar Kepemudaan
  • Warna abu-abu untuk Latihan PenayaKepemudaan
Kedua Tanda Pengukuhan, digunakan dengan ketentuan yang berbeda. Lencana pengukuhan dikenakan pada baju setinggi dada sebelah kiri (di atas saku kiri baju), baik pada seragam maupun baju biasa sehari-hari. Sedangkan kendit, dililitkan ke pinggang dan disimpulmatikan di
bagian depan (perut) dan hanya dikenakan saat menghadiri upacara pengukuhan, tidak untuk sehari-hari.

Sumber :Buletin 78

Sang Pengibar Bendera Pusaka

Saat Sang Saka Dikibarkan...

Pagi itu, tanggal 17 Agustus 1945, Ilyas Karim dan teman-temannya dari Angkatan Muda Islam (AMI) sedang berkumpul di markas mereka, Jalan Menteng 31. Seperti biasa, anak-anak muda nasionalis itu selalu serius membicarakan situasi politik terakhir menjelang kemerdekaan Indonesia.
Tanpa diundang, tiba-tiba datanglah Latief Hendraningrat, salah satu ChuDancho (komandan) PETA (Pembela Tanah Air) di Jakarta. ”Ayo, kamu semua ikut saya ke Pegangsaan Timur. Di sana mau ada keramaian!” ajaknya. Tanpa banyak komentar, bersama sekitar 50 orang anggota AMI, Ilyas bergegas. Sesampainya di sana, mereka segera bergabung dengan banyak orang yang sudah hadir lebih dulu. Cuaca pagi itu tidak begitu panas dan suasana di rumah besar itu tampak tenang. Daerah sekitar Pegangsaan Timur dijaga ketat oleh anggota PETA. Keluar dari dalam sebuah ruangan, Latief kembali menemui Ilyas. Tanpa basa-basi ia bertanya, ”Kamu bisa mengibarkan bendera nggak?” Ilyas yang saat itu tidak menggunakan alas kaki segera menjawab, ”Bisa Pak!” ”Baik, nanti kamu bertugas mengibarkan bendera bersama Singgih,” perintah Latief.
Pada sekitar pukul sepuluh pagi, peristiwa bersejarah itupun terjadi. Proklamasi KemerdekaanIndonesia pun dilaksanakan. Didampingi Bung Hatta, Bung Karno membacakan naskah Proklamasi yang menandai diumumkannya pernyataan kemerdekaan Indonesia di depan rumah nomor 56 itu.
Tak lama setelah itu, Latief Hendraningrat Latief menuju ke pintu rumah Bung Karno. Dari tangan Ibu Fatmawati, Latief menerima sebuah bendera berwarna Merah-Putih. (Bendera yang dijahit sendiri oleh Ibu Fatmawati dari dua carik kain yang diperolehnya dengan susah payah itu kelak disebut sebagai bendera pusaka). Berbalik ke halaman, bendera itu diserahkan Latief kepada Singgih yang memakai seragam PETA (karena ia juga salah seorang ChuDancho) dan Ilyas Karim yang mengenakan celana pendek. Kedua pemuda itu segera menuju tiang bendera. Di depan tiang, Singgih meraih tali dan mengikatkan bendera. Setelah siap, Latief memberi abaaba penghormatan kepada bendera dan seluruh hadirin memberikan penghormatan.
Diiringi paduan suara sebuah sekolah yang menyanyikan lagu Indonesia Raya, Singgih menarik tali dan mengerek bendera Merah Putih naik perlahan ke puncak tiang. Ilyas memegangi bagian tali yang lain sambil mengulurnya mengikuti tarikan Singgih dan menjaga agar bendera berkibar
tidak terjepit. Akhirnya, bendera sampai di puncak tiang. Dan itulah kali pertama bendera Merah Putih berkibar secara resmi sebagai bendera kebangsaan Republik Indonesia.
Foto Ilyas mengibarkan bendera kini terabadikan dalam buku-buku sejarah. Tubuh cekingnya tampak mengenakan kemeja dan celana pendek putih, sementara Singgih mengenakan seragam tentara lengkap. Bung Karno, Bung Hatta, dan Ibu Fatmawati mendongak ke atas menyaksikan bendera yang mulai naik ke puncak tiang. (Foto itu merupakan satu dari dua foto peristiwa proklamasi yang paling terkenal).
Seusai upacara, Bung Karno mengajak hadirin masuk ke ruang tengah rumahnya untuk menyantap makanan ringan. Ilyas bergabung dengan tamu yang lain dan ikut makan kue, termasuk kue bolu yang didatangkan dari Senen. Bung Karno menghampiri Ilyas dan kawan-kawan sembari memberi wejangan. ‘’Kalian para pemuda. Belajarlah yang sungguh- sungguh. Kalau berdagang, berdaganglah yang sungguh-sungguh’ ‘ ucap sang founding father. Namun, beberapa saat kemudian, ada yang menyuruh agar kue-kue dibawa keluar dan dimakan di halaman. Ternyata, itu hanya cara para pemimpin ”mengusir” hadirin secara halus dari dalam rumah.
Bung Karno, Bung Hatta dan para tokoh politik kemudian mengadakan pertemuan di dalam rumah itu. Ilyas sendiri tak tahu apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Bersama teman-temannya ia ikut keluar ke halaman, lalu membubarkan diri setelah semua hadirin pulang. Sesampainya di rumah, Ilyas segera menemui ibunya dan menceritakan kalau tadi ia bertugas mengibarkan bendera Merah Putih di Pegangsaan Timur seusai Bung Karno membacakan naskah Proklamasi. Ibunya sangat gembira dan berkata, ”Syukur Alhamdulillah. Akhirnya kita merdeka juga, ya. Semoga apa yang kamu lakukan tadi dapat ridho dari Allah.”
Itulah sebuah pengalaman yang detilnya begitu lekat di kepala Ilyas Karim, sampai kini usianya mencapai 80 tahun lebih. Perannya sangat besar, walaupun di hari-hari seputar Agustus 1945 itu semuanya seolah ”lenyap” ditelan hingar-bingar suara mengelu-elukan Soekarno-Hatta dan kegembiraan mencapai kemerdekaan. “Saat itu, dari AMI ada 50 pemuda yang ikut ke Pegangsaan Timur 56. Saya juga tidak mengerti, mengapa akhirnya saya yang dipilih oleh Latief untuk ikut mengibarkan bendera. Barangkali, ini hanya keberuntungan saya,” katanya.
Pada 17 Agustus 1945 itu, anak-anak muda AMI memang diberi tugas oleh Chaerul Shaleh untuk mengawal prosesi proklamasi kemerdekaan di Pegangsaan Timur. ChuDancho Singgih, yang saat itu tentara PETA, ditugaskan mengerek bendera. Latief Hendraningrat-lah yang kemudian menugaskan Ilyas membantu Singgih memegangi bendera. Dari 50-an pemuda AMI, kebetulan Ilyas yang paling muda, 18 tahun, dan badannya paling kecil. ‘’Dipikirnya saya yang paling gesit,’’ kata dia sembari terkekeh.
Untungnya Ilyas punya pengalaman mengibarkan bendera ketika sekolah tarbiyah di Banten. Bedanya yang ia kibarkan saat itu adalah bendera Belanda. Lagunya pun lagu kebangsaan Belanda. Dipilih mengibarkan bendera saat proklamasi, kontan saja Ilyas merasa bangga Peristiwa itu mahapenting. ‘’Itu adalah titik balik bagi Indonesia dari bangsa budak menjadi bangsa merdeka. Dan, saya terlibat dalam peristiwa paling bersejarah itu,’’ katanya.
Keberuntungan itu bagi Ilyas merupakan sebuah anugerah yang pantas disyukuri. Namun, bagi pemuda Indonesia, sosok Ilyas Karim yang muncul sebagai salah satu pelaku sejarah kemerdekaan adalah sebuah simbol.
Dan bagi Paskibraka, sosok Ilyas bukan saja mewakili pemuda, tapi juga remaja berusia 18 tahun yang kemudian mengilhami gagasan pengibaran bendera pusaka oleh Paskibraka.***


Buku Tamu by SULTENGPPI

Mau seperti ini?
Click aja disinih.....: tutorial news info

Sepuluh Berita SULTENGPPI terpolpuler